Label

Sabtu, 09 Maret 2019

Tujuh Hal Yang Harus Anda Ingat Untuk Menyiapkan Anak Sebagai Juara Kehidupan

Dalam praktek klinis yang saya tekuni selama 10 tahun terakhir, banyak orang tua dan pelatih masih belum memahami "masa tanam dan panen " dalam olahraga prestasi. Masih banyak yang terlalu dini memanen hasil pembinaan sehingga saat usia emas tidak "muncul" sebagai atlet yang cakap dan handal.

Berikut 7 tahapan pembinaan perstasi olahraga berdasarkan usia biologis anak;

Tahap, Aktive Start, Usia 0-6 tahun

Merupakan tahap perkembangan dan pertumbuhan motorik. Paling banyak orangtua yang melewati masa merangkak pada fase ini. Merangkak sangat penting untuk perkembangan saraf motorik dan perkembangan kognisi anak. Sering sekali saya lihat banyak kasus keterlambatan bicara karena salah melakukan latihan di fase ini.

Tahap II, Fundamentals, Usia 6-9 Tahun

Fokus utama pembinaan motorik untuk menegnalkan anak pada berbagai cabang olahraga. Hal ini bertujuan anak memiliki gerakan dasare yang kuat dan memiliki wawasan luas terhadap pelbagai olahraga. Anak yang mendapat banyak rangsangan olahraga, akan lebih mudah mengembangkan skill komunikasi dikemudian hari

Tahap III, Learning To Train, Usia 8-9 - 12 tahun

Anak diperkenalkan dengan cabang olahraga spesifik yang ia pilih sendiri. Anak mulai mengikuti latihan intensif skill pada cabang olahraga yang dipilih. Pada tahap ini libatkan anak pada festival olahraga untuk mulai mengenalkan kompetisi dan sebaiknya jangan menuntut anak meraih medali pada usia ini. Fokusnya pada kegembiraan dan menunbuhkan kepercayaan diri saat mengikuti suatu kompetisi

Tahap IV, Training To Train, 11-14 tahun

Pada usia ini anak dilatih dalam latihan yang spesifik, kritikal faktor anak mulai mengeras diusia 12-13 tahun dan merupakan jendela waktu yang sangat baik menginsersi kecakapan khusus sesuai cabang olahraga yang dipilih. Dalam Fase ini anak akan sangat mudah menyerap pelajaran, maka pastikan Anak mendapat bimbingan dari pelatih yang tepat.  Mulai perkenalkan dengan kompetisi, fokusnya pada kemajuan diri dari hari ke hari. Anda perlu bangun kepercayaan diri dan identitas diri anak sebagai seseorang yang berkompeten.

Tahap V, Training To Complete, 13-18 Tahun

Merupakan usia emas untuk menyempurnakan berbagai teknik, stategi dan kapasitas fisik. Anak mulai siap dengan kompetisi dengan citra diri yang baik dan kuat. Libatkan anak dalam coaching clinic, try out dan latihan bersama bersama atlet dengan grade diatasnya.

Tahap VI, Training to Win, 17 tahun ketas untuk perempuan dan 18 tahun ketas untuk laki-laki

Anak melanjutkan pola latihan dari tahapan sebelumnya, ditambah pendampingan dari sisi mental. Anak mulai menghadap konflik diri atau konflik yang berasal dari luar diri, misalkan dari dalam team, pelatih, atau dari lawan. Pola penyelesaian konflik diri akan sangat memengaruhi atlet pada fase ini.
Fokus utama sudah menukik pada penampilan yang sempurna di panggung olahraga. Nutrisi, pola istirahat, managemen waktu, penanganan cedera dan berbagai hal non teknis perlu diperhatikan untuk menunjang periode puncak ini. Periode puncak karier profesional umumnya mulai dari 17 - 35 tahun.

Tahap VI, Active For Life, 35 tahun keatas

Merupakan tahapan lanjut dari karier prestasi Atlet, disarankan beralih ke pelatig, wasit, juri atau pengurus olahraga. Tetap melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran minimal tiga kali seminggu. Pada tahap ini fokus utama menjaga kebugaran dan stamina. Selain olahraga teratur mulai memasukkan meditasi sebagai gaya hidup sangat dianjurkan untuk membantu menenangkan diri menghadapi tantangan di kompetisi lingkungan bisnis dan sosial.

Jadi, jika fokusnya menjadikan anak Anda adalah atlet cilik berprestasi Anda dapat melompati tahapan ini dengan konsekuansi begitu diusia emas anak tidak akan berkembang dan tidak mampu mengikuti kompetisi di tingkat profesional. Anak umumnya mengalami kejenuhan fisik dan psikis.

Sebagai penutup orangtua harus dapat membedakan peningkatan prestasi dan perolehan medali. Prestasi merupakan suatu pencapaian yang lebih baik dari diri Atlet sendiri dari waktu sebelumnya. Sedangkan Medali adalah suatu reward dalam mengikuti kompetisi. Mendapat medali belum tentu mengalami peningkatan prestasi, namun peningkatan prestasi umumnya diikuti oleh perolehan medali.

Siapkan anak Anda tidak saja menjadi juara dalam kompetisi olahraga, namun juga dalam kompetisi kehidupan. Mindset ini harus ada sejak awal agar anak tidak menjadi anak yang selalu menggantungkan diri kepada orangtua saat berkompetisi dalam kehidupan nyata.

#renunganSidhakarya
#QuantumSportsPerformace


Tidak ada komentar:

Posting Komentar